Go to Top

Yayasan Padmajaya

Logo-Padmajaya200Yayasan Padmajaya adalah organisasi yang bergerak di bidang penyembuhan spiritual dengan komitmen membantu sesama agar menjadi lebih sehat, damai, dan bahagia; secara fisik, mental, emosional, dan spiritual.

Kantor pusat Yayasan Padmajaya berada di kota Jakarta, Indonesia. Saat ini, Yayasan Padmajaya bersama Yayasan Padmacahaya, telah memiliki lebih dari 100.000 alumni di seluruh dunia. Ada 44 perwakilan Yayasan Padmajaya di Indonesia, dan ada perwakilan di lebih dari 28 kota di Amerika Serikat. Selain itu ada juga di lebih dari 40 negara, termasuk Singapura, Malaysia, Filipina, Turki, Jamaika, Irlandia, India, Inggris, Jerman, Austria, Belanda, Portugal, Tiongkok, Kanada, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Panama, Venezuela, Argentina, Peru, Swiss, Yunani, dan Spanyol, dll.

Didirikan oleh Irmansyah Effendi pada tahun 1998, Yayasan Padmajaya bertujuan menyediakan sarana berbagi mengenai pentingnya menggunakan hati dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan utama organisasi ini adalah mengadakan lokakarya publik di bidang penyembuhan alami, membuka hati, meditasi, dan spiritual lanjutan lainnya; seperti mengadakan Lokakarya Reiki Tummo yang membagikan teknik penyembuhan alami menggunakan energi ilahi dan Lokakarya Membuka Hati yang membagikan teknik membuka, membersihkan, dan menguatkan hati. Lokakarya-lokakarya tersebut bertujuan membantu sesama lebih dekat lagi kepada Sang Pencipta. Dalam hubungannya dengan organisasi-organisasi non-profit lainnya, Yayasan Padmajaya juga melayani masyarakat dengan berbagai kegiatan sosial.

Untuk informasi lengkap mengenai lokakarya yang diadakan Yayasan Padmajaya, silakan klik di sini : Belajar di Padmajaya.

Pendiri Yayasan Padmajaya

Irmansyah Effendi

Irmansyah Effendi

Irmansyah Effendi lulus Bachelor of Science dalam bidang Computer Science dan Matematika pada umur 20 tahun dengan predikat Magna Cum Laude dan Honor dari California State University, Amerika Serikat. Lalu lulus Master of Science dalam bidang Computer Science dengan spesialisasi Artificial Intelligence pada umur 21 tahun di universitas yang sama.

Irmansyah Effendi adalah penemu teknik penyembuhan Reiki Tummo dan peningkatan kesadaran spiritual. Ia telah menulis 20 buah buku Best Seller mengenai penyembuhan alternatif, meditasi, dan spiritual. Adapun buku-buku tersebut diterbitkan oleh penerbit kenamaan Gramedia Indonesia dan penerbit dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Spanyol.

Perjalanan spiritualnya dimulai ketika ia bergabung dengan Rosicrucian Order pada umur 18 tahun. Pada umur 22 tahun, Kundalininya bangkit dengan sendirinya setelah melakukan meditasi setiap hari. Ia juga belajar Reiki Usui dari seorang Guru Amerika sampai tingkat Master. Ia belum pernah ke India, Tibet, atau tempat-tempat khusus untuk belajar hal-hal spiritual. Kebanyakan pengetahuannya diperoleh saat Kundalininya mengalir penuh ke Cakra Mahkota, membuka panggung pertunjukan kosmos dan mempertemukan dirinya dengan guru-guru spiritual secara non fisik.

Ketika Irmansyah mencapai kesadaran sejatinya, ia menyaksikan kehidupan manusia dari perspektif lain, bagaimana manusia hidup dalam kehidupan mereka dan bagaimana mereka seharusnya menjalani hidupnya. Sekarang ia membagikan pengertian tentang hidup dan tujuan hidup kepada sesama. Ia membantu orang-orang di seluruh dunia untuk membuka hati supaya hidup lebih tenang dan bahagia. Ia membimbing cara menggunakan hati nurani yang mana adalah inti dari hati, untuk mengetahui kebenaran sejati, tujuan hidup sebenarnya, dan bagaimana mencapai tujuan hidup yang sebenarnya. Dengan melakukan ini, mereka belajar bukan melalui informasi dari luar diri, melainkan melalui kebijakan hatinya sendiri, dengan pengertian ini mereka akan mengalami perkembangan cepat.

Banyak orang pernah dengar dan membicarakan tentang menggunakan hati dengan benar tetapi sebenarnya beberapa orang saja yang dapat melakukannya. Dengan metoda Reiki Tummo ribuan orang telah dapat membuka hati dan hati nurani dalam waktu relatif singkat, bahkan banyak dari mereka dapat mencapai kesadaran lebih tinggi dan kesadaran sejati untuk mengerti tentang dirinya dan tujuan hidup yang sebenarnya.

Irmansyah menekankan bahwa metoda ini untuk semua orang bukan hanya untuk orang berbakat atau orang yang sudah maju secara spiritual, karena metoda yang dibagikan berhubungan dengan hati, hati nurani, dan diri sejati, yang dimiliki oleh semua orang dan semua orang dapat menjalani ini.

Dan sejak mulai sadar sebagai diri sejati, ia menyadari betapa Tuhan YME mengasihi dan menyayangi semua makhluk seutuhnya, selalu mau membantu, membimbing, dan memberi yang terbaik. Kitalah yang masih terlalu sibuk dengan kemauan dan kepentingan pribadi. Dalam berdoa kepada-Nya, kita biasanya disibukkan dengan kemauan dan kepentingan kita dan tidak mempergunakan hati dan hati nurani kita. Kita ingat dan berdoa kepada-Nya bukan untuk Tuhan YME, melainkan untuk kita, misalnya untuk dapat masuk surga, untuk kebutuhan-kebutuhan kita, dan sebagainya.

Sejak itulah Irmansyah memperkenalkan Doa Buka Hati lintas agama dan mengajak sesama untuk menguatkan dan membuka hati kepada Tuhan YME agar semakin sadar betapa Tuhan memang mengasihi dan menyayangi kita semua, untuk semakin percaya dan pasrah kepada-Nya agar Kasih Sayang-Nya dapat memberikan kita yang terindah di dunia dan akhirat. Rejeki, kesehatan, kebahagiaan, semuanya adalah bagian dari anugerah Kasih Sayang-Nya yang tiada batas kepada kita. Dan perlu kita ingat bahwa hidup kita hanyalah sarana untuk semakin dekat kepada-Nya.

Mengapa Padmajaya?